Peraturan

Satu hal terpenting,
Jika anda bertanya ingin apapun itu kepada saya, harap perkenalkan diri anda terlebih dahulu baru bertanya.

Ini adalah tata krama, sopan santun. Jika sudah saya tanya nama anda tapi tidak anda jawab, maka mohon maaf, saya tidak tertarik berbicara dengan anda yang tidak punya sopan santun. Apalagi jika anda niatnya mau belajar suatu ilmu dari saya, tidak akan saya ajarin. dan nomor anda akan saya blokir. Jadi ingat, perkenalkan diri anda, ini adalah sopan santun agar kita bisa saling menghormati dan menghargai.

Pada halaman ini, saya akan memberikan beberapa penjelasan yang ditanyakan beberapa orang mengenai kursus dan perizinan.

Pertanyaan (Q), Saya menjawab (A) :
Demikian pertanyaan salah satu orang yang tidak mau memberitahukan namanya melalui Whatsapp. NB : jawaban saya perbaiki dan saya perjelas disini.

    • Q : Apakah saya membuka kursus akupunktur? System belajarnya bagaimana?
      A : Ya, System private.
    • Q : Biaya kursusnya berapa?
      A : 15 juta
    • Q : Berapa lama kursus dan apa saja yang dipelajari?
      A : private 3 bulan, materi standar kelas dasar RSCM dan yang di ujikan kompetensi tahun sebelumnya.
    • Q : Alumninya apakah bisa bekerja dan apakah ada yang mau bekerja di klinik tertentu?
      A : Sesuai UU kesehatan mengenai tenaga kesehatan, yaitu UU no.36 tahun 2014, menyatakan semua praktisi akupunktur merupakan tenaga kesehatan akupunktur tradisional (komplementer), sehingga wajib lulusan minimal D3. Karena itu lulusan diatas oktober 2014 tidak boleh praktek kecuali mengikuti program kuliah D3 Akupunktur.
      Lulusan dibawah oktober yang sudah mendapatkan izin SIPT dapat diperpanjang hingga 2020 dan wajib mengikuti program RPL dan mengikuti penyetaraan D3.
    • Q : Tapi kalau kerja di klinik sebagai akupunktur pelaksana, sedangkan ijin kliniknya adalah dokter umum. Bisa ga yah?
      A : Tidak bisa, setiap praktisi wajib memiliki SIPT nya sendiri.
    • Q : Ah masa, jadi bagaimana caranya untuk kerja setelah selesai kursus? Kursus kan untuk kerja, kenapa pemerintah malah membuat pengangguran bertambah padahal skillnya ada. Bagaimana bila ada peserta kursus yang mau kerja?
      A : Balik lagi ke pernyataan awal. Lulusan kursus tidak bisa mendapatkan izin kerja. Jadi kalau mau kerja, ya wajib ambil pendidikan D3 Akupunktur. bukan kursus. Saya tidak memaksa anda kursus, bahkan saya menjelaskan terlebih dahulu kalau lulusan kursus tidak boleh praktek. Anda wajib berhati hati dengan lembaga manapun yang mengatakan boleh praktek setelah kursus akupunktur.
    • Q : Tapi minjem SIPT bapak punya kan boleh, jadi bisa kerja. Katanya boleh pinjam SIPT selama memadai dan layak untuk dipinjamkan.
      A : Katanya ini kata siapa? Silahkan minjam sama yang bersangkutan saja.
      Masalah izin bisa dibaca pada Peraturan Mentri kesehatan RI No.61 Tahun 2016, PP103, UU36 mengenai tenaga kesehatan tahun 2014, PMK no.34 tahun 2018 tentang  izin dan penyelenggaraan praktik akupunktur terapis.

      Saya juga punya pengalaman ditawarkan untuk minjamin SIPT saya pada sebuah klinik di klinik kecantikan. Tetapi saya menolak dikarenakan saya tidak mau bertanggung jawab jika praktisi lain ataupun praktisi luar negri yang menyelinap melakukan malpraktik ataupun menjual herbal yang tidak jelas.
    • Q : Saya baca di website dan komentar dimana mana bahwa masalah perizinan ini adalah tidak benar alias hoax.
      A : Silahkan baca peraturan :

      • PMK no.61 tahun 2016,
      • PP103 mengenai pelayanan kesehatan tradisional,
      • UU no.36 tahun 2014 tenaga kesehatan,
      • PMK no.34 tahun 2018 tentang  izin dan penyelenggaraan praktik akupunktur terapis.
    • A : Nama anda siapa? dari klinik mana? Ketika kita bertanya wajib memberitahukan nama anda terlebih dahulu. ini adalah sebuah norma etika.
      Q : ….. (ini orang hingga akhir pembicaraan tidak mau menjawab).
    • Tambahan : Saat ini praktisi hanya boleh memilih salah satu antara pengobatan akupunktur atau herbal. Tidak boleh keduanya.

Skill bukan satu satunya Hal terpenting dalam sebuah pengobatan, tetapi Attitude praktisi juga sangat penting. Jika anda tidak memiliki attitude yang baik, otomatis anda tidak menghargai orang lain termasuk pasien anda. Bagaimana anda bisa melakukan terapi yang baik?

Semoga pertanyaan ini bisa menjawab masalah perizinan ataupun masalah kursus.


Saya juga mengelompokkan peraturan mentri kesehatan 103 mengenai akupunktur dan juga syarat untuk membuka klinik pribadi di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Berikut peraturan untuk :

  1. Empiris
  2. komplementer

isi lengkap dari PP 103 bisa di download disini :

http://www.slideshare.net/lkpjanaaha/peraturan-pemerintah-ttg-yankestrad-no103-tahun-2014

Permenkes untuk penyehat empiris :

Permenkes no.61 tahun 2016 tentang pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia 

Berikut permenkes yang berhubungan dengan perizinan tenaga terapis akupunktur :

Permenkes No.34 tahun 2018 tentang izin dan penyelenggaraan praktik akupunktur terapis

NB: mohon artikel saya jangan dicopy paste yah.
Jika tetap dicopy paste, harap sertakan alamat sumbernya (alamat websitenya saya yah).
Salam – Suwarjono (李光輝).

Leave a Reply