Pundak, bahu kaku

Pemeriksaan (Diagnosa)

Istilah bahu kaku mengacu pada kekakuan di daerah leher, bahu, dan antara tulang belikat. Bahu yang kaku bermanifestasi dalam banyak penyakit, dan jika penyakit ini tidak ditangani, maka kekakuan akan selalu ada (tidak akan pernah hilang). Bahkan jika ada penyakit yang tidak jelas, faktor-faktor konstitusional tubuh yang berperan, dalam mensupport untuk menentukan pola yang terkena dan menterapi tubuh secara keseluruhan.

Dalam teks masa Edo, bahu kaku disebut sebagai 痣癖 (ken peki / xuan pi). Karakter  diartikan sebagai kram, sementara  diartikan sebagai kebiasaan, yang dianggap berarti kronis atau berdiri lama. Kedua istilah tersebut bersama-sama digabungkan kemudian diartikan sebagai kram kronis pada otot-otot (kram otot yang sudah kronis). Menurut teks-teks pramodern ini, penyebab dari pundak kaku ini meliputi hal-hal berikut :

  • lendir,
  • angin,
  • dingin,
  • lembab,
  • dan defisiensi akibat kerja berlebihan (虛 労 kyo ro / xu Iao).

Selain itu, stasis darah (Liver excess) juga bisa dihubungkan dengan bahu yang kaku.

  1. Dahak adalah bagian dari kategori patogen sekunder yang dikenal lebih umum sebagai lendir dan lendir tipis (痰飲 dan in / tan yin), yang memiliki banyak tipe. Menurut teks zaman Edo, dahak dihasilkan ketika cairan terkumpul secara internal dan bergabung dengan panas. Ketika panas ditambahkan ke cairan, ia menjadi lengket dan berhenti mengalir bebas. Karena hal ini, maka sirkulasi Qi dan darah terganggu, menyebabkan panas untuk mengumpulkan dan memicu bahu kaku. Dahak dan lendir tipis sering muncul pada pasien yang memiliki sistem pencernaan lemah, dan oleh karena itu penampakan pola yang paling umum adalah defisiensi Limpa. Dengan bahu yang kaku karena defisiensi Limpa, puncak bahu sepanjang meridian Usus Besar (Li) kaku tetapi otot-otot di atas seluruh bahu cukup lentur.
  2. Angin, dingin, dan kelembaban adalah patogen eksternal yang juga dapat menyebabkan bahu kaku. Ketika ini terjadi, timbulnya rasa nyeri di bahu, leher, dan daerah di antaranya tulang belikat dengan didahului oleh demam. Bahkan jika nyeri bahu terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas, patogen eksternal tetap terlibat, dan terapinya harus sangat ringan kalau tidak maka kondisinya akan memburuk. Pasien-pasien ini dapat hadir dengan salah satu pola dasar.
  3. Defisiensi akibat kerja lembur mengacu pada penggunaan yang berlebihan pada lengan (tangan) (seperti yang sering terlihat, misalnya, pada pekerja komputer, koki, dan pelayan) atau melakukan terlalu banyak pekerjaan saat duduk, menyebabkan bahu menjadi kaku. Pola yang mendasari sering berupa defisiensi LimpaJika ada kelelahan emosional dan kelelahan tubuh secara keseluruhan, defisiensi Liver mungkin adalah penyebabnya. Dengan pola defisiensi ini, area dari dalam tulang belikat ke leher menjadi kaku dan otot-otot rentan untuk memicu terjadinya kram.
  4. Dalam kasus-kasus stasis darah, bahu akan sekeras batu karang, dengan kekakuan yang membentang dari daerah tulang belikat medial sepanjang jalan sampai ke leher.

Pasien yang datang dengan keluhan bahu kaku sebagai keluhan utama, biasanya tidak memiliki penyakit yang bisa mengancam jiwa. Namun, tekanan darah tinggi sangat umum pada pasien-pasien ini, dan jika denyut nadinya tenggelam (dengan atau tanpa ketat juga), ketat, atau cepat, akan lebih bijaksana untuk memeriksa tekanan darah pasien. Jika keseluruhan denyut nadi lembut, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

 

Penerapan terapi ada dihalaman ini.

 

One Reply to “Pundak, bahu kaku”

Comments are closed.