Chinese vs Japanese akupunktur

Pada halaman ini saya Suwarjono (李光輝) akan menjelaskan Perbedaan akupunktur versi china dan akupunktur Jepang. Hal ini yang saya pahami selama saya mempelajari kedua metode tersebut.

Perbedaan Akupunktur China dan Akupunktur Jepang

semua orang tau bahwa akupunktur itu asalnya dari negara China bukan Jepang. dan semua orang Jepang juga mengakui bahwa akupunktur aslinya dari negara China.

Lalu bagaimana perkembangan akupunktur di negara jepang?

ada banyak cerita yang saya dapat dari berbagai info dan teman teman :
pada zaman dahulu, ketika orang orang jepang menguasai daratan China, banyak sekali buku buku ilmu pengetahuan di rampas, di beli sama orang jepang. dan sebagian juga ketika kerajaan China sedang ingin memperluas kekuasaannya, para raja mengutus orang orang termasuk sinshe mengikuti perjalanan laut. dan disanalah orang orang dan sinshe tersebut berdiam dan menetap di Jepang.

dengan demikian pengobatan herbal dan akupunktur mulai menyebar di jepang.

setelah banyak buku yang di beli ataupun di rampas ketika Jepang menjajah daratan China, banyak yang mempelajari secara mendalam semua kitab kitab akupunktur klasik. akhirnya mereka melakukan riset tersendiri terhadap ilmu akupunktur ini.

walaupun para praktisi jepang sebelum menganut aliran jepang, mereka wajib mengikuti kelas akupunktur dasar yang basicnya adalah akupunktur china. tetapi setelah lulus mereka mulai mencari asosiasi tersendiri dimana setelah didalami, banyak sekali perbedaan pada akupunktur China dan Jepang. yang paling jelas itu adalah perbedaan diagnosa, pemilihan titik dan ukuran jarum.

Perbedaan Jarum :

jarum yang digunakan pada akupunktur Jepang sangatlah halus. biasanya akupunktur China menggunakan jarum terhalus di ukuran 0.25x25mm, maka di Jepang menggunakan ukuran mulai dari 0.12x25mm dan rata rata di ukuran 0.16x25mm. jadi kita bisa melihat ketebalannya hampir 2x lipat dari jarum jepang. dan praktisi china sendiri tidak suka menggunakan jarum berukuran halus. minimal itu 0.30x25mm.

jadi dengan ukuran jarum, ketika ditusuk, akupunktur jepang sangat minim merasakan sakit.

perbedaan ketebalan jarum

Perbedaan penusukan :

Para praktisi china mempercayai ketika menusuk jarum, maka harus De Qi (artinya Qi nya dapat). caranya dengan mengocok kocok jarum, diputar putar sampai terasa nyilu, kesetrum, kebas, dll. semuanya itu dirasa sangat tidak nyaman. kalau perlu ditambahkan stimulator setruman listrik.
biasanya praktisi sendiri akan ketakutan kalau mau nusuk sendiri ataupun minta bantuan teman tusukin dirinya. karena sakit.

Tetapi  pada terapi akupunktur jepang, kita tidak menusuk seperti itu. tetap di cari De Qi, tetapi definisi De Qi ini berbeda, karena pada kitab neijing tidak dijelaskan De Qi itu seperti apa. sehingga ketika diamati, ketika kita tusuk 1 jarum, lokasi keluhan yang kita terapi bisa berkurang sakitnya. inilah yg disebut qi nya tepat sasaran dan kita dapati. maka otomatis penusukan dangkal, tidak perlu di stimulasi sampai kesakitan, tidak perlu trauma dengan jarum, tidak perlu di setrum dan titiknya sesuai dengan kondisi tubuh. otomatis pasien akan lebih nyaman dan tidak perlu takut dengan jarum.

Kedalaman penusukan jarum dan metode tonifikasi / sedasi
Jarum yang ditusuk sangat dangkal, kurang lebih 3-4mm.

 

Perbedaan diagnosa :

Pada diagnosa Akupunktur China, maka praktisi akan memeriksa lidah, nadi, wajah dan tanya jawab dalam menentukan diagnosa. Dalam diagnosa jepang, ada ditambah beberapai bagian utama dalam diagnosa sehingga dibagi 2 kategori untuk terapinya, yaitu :

  • Root treatment
  • Brach Treatment

Diagnosa abdomen dan leher

Pemeriksaan Abdomen : 

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Qi dan darah mengalir melalui meridian menuju ke organ dan seluruh tubuh. jadi pada pemeriksaan abdomen, kita menekan tidak perlu sampai dalam sekali atau membuat pasien merasa kesakitan.
Akupunkturis biasanya cukup menekan dengan lembut dalam memeriksa abdomen pasien. hal tersebut akan terasa bahwa abdomen yang ditekan sakit bukan karena sakit ditekan dengan kasar, melainkan bisa membedakan ada yang tidak beres di abdomennya.

Perabaan AbdomenPemeriksaan area leher
sangat penting dalam memeriksa SCM pada area leher pasien. dan hati hati jika melakukan penusukan pada area ST9. Penusukan pada area tersebut usahakan untuk tidak menusuk dengan kedalaman yang dalam, apalagi dilakukan stimulasi. resiko yang di hadapi adalah kematian.
area leher

 

Perbedaan Terapi :

pada terapi TCM biasanya lebih mendiagnosa berdasarkan 4 cara diagnosa lalu  dilakukan penusukan dengan jarum + moksa + elektro yang sangat kuat sehingga pasien merasakan nyilu, kesetrum dan tegang. bahkan para praktisinya akan mengatakan jika tidak mengalami sensasi ngilu, kesetrum, itu bukan terapi akupunktur namanya. hal ini tentu akan membuat pasien yang takut akan jarum bisa menjadi trauma. Bahkan membayangkannya saja bisa stress duluan.

Tetapi pada terapi Akupunktur Jepang, lebih difokuskan secara lembut. ketika mendapati ketegangan otot, maka dengan cara lembut otot tersebut akan dikendurkan ketegangannya. Caranya bisa menggunakan tehnik chisin (penusukan jarum dangkal kurang lebih 2-3mm), moksa baik itu dengan cara otake, palu manaka, shotai, dll dimana tanpa harus membuat pasien merasa tegang ataupun stress. Hal ini tentu akan membuat terapi akupunktur menjadi terapi yang menyenangkan dan aman.

lalu pada terapi TCM lebih terfokus sakit mana tusuk mana, tetapi pada terapi jepang, lebih difokuskan menterapi secara keseluran dan dimulai dari terapi akar (root) nya yaitu lebih dikenal hara. segala nyeri tekan, tidak nyaman pada area perut diusahakan bisa membaik setidaknya 30-70% pada saat terapi itu juga. sisanya baru akan ditambahkan cabangnya yaitu keluhan pasien.

Berikut beberapa metode dan alat yang digunakan pada terapi Jepang :

Penggunaan Moksa

moksa yang sering digunakan ada beberapa metode, diantaranya yang paling umum adalah :

  • Okyu (direct moksa)
    moksa yang digunakan (super pure moksa) sangat sedikit. Ukurannya hanya sebesar beras saja. lalu dibakar dengan menggunakan hio/dupa Jepang.
  • Kyutoshin (mirip moksa sate)
    moksa yang digunakan adalah moksa jenis wakakusa. Moksa digulung dengan ringan, tidak boleh padat. Lalu ditempelkan pada jarum dan di sulut dengan api. Biasanya setelah dimoksa pasien bisa merasakan lebih rileks.
  • Tiger warmer
    Sangat disayangkan sekali di Indonesia susah mendapatkan moksa untuk tiger warmer. Walaupun akupunkturis bisa menyediakan tiger warmernya, tetapi jika moksa nya tidak ada sama saja tidak bisa digunakan. Sehingga sangat jarang sekali ditemukan praktisi akupunkturis yang menggunakan jenis moksa ini ke pasien.

 

Penggunaan IPC (Ion Pumping Cord)
Khususnya dalam penerapan metode extra meridian, style dari manaka. step awal terapi yang digunakan adalah kabel IPC terlebih dahulu. Kabel ini bukan disambungkan dengan listrik. Dalam penggunaan kabel IPC ini tidak boleh menggunakan listrik, pasien juga harus melepaskan semua aksesoris/perhiasan khususnya yang terbuat dari logam. karena akan mempengaruhi hasil terapi. Saya sendiri sangat sering menggunakan IPC sebagai pembukaan terapi saya. selanjutnya dengan menggunakan jarum.

Kabel ini dulunya ditemukan pada saat perang dunia ke 2, dimana dilakukan eksperimen pada korban perang dunia ke 2 yaitu pada luka bakar. Hasilnya sangat bagus sekali. Sakit terasa berkurang hingga 70% dan proses penyembuhan juga lebih cepat

Penggunaan HINAISHIN (jarum intradermal)
NB: Tidak semua metode Jepang menggunakan jarum intradermal ini. ukuran yang digunakan juga berbeda dengan jarum intradermal buatan China. ukuran yang akupunkturis Jepang adalah 0.12x3mm. jauh lebih tipis ketimbang buatan china 0.24x3mm.

Penggunaan instrumen lainnya dan gerakan gerakan tertentu seperti “Sotai”
Ada palu manaka yang menggunakan ritme tempo musik, dan lain lain.

dari semua alat alat dan yang tidak bisa saya sebutkan, alat alat yang sudah pasti digunakan adalah Jarum, moksa dan IPC. Sisanya adalah optional dan tergantung kebutuhan.

1 hal yang terpenting ketika diterapi dengan metode akupunktur jepang, adalah pasien akan merasakan perubahan pada rasa sakit yang dikeluhkan baik itu berkurang 30-70%, juga terasa bagian abdomen ketika ditekan lebih nyaman ketimbang sebelum diterapi.  Hal ini tentu akan membuat pasien akan merasakan lebih nyaman walaupun besoknya sakit mulai terasa, tetapi skala perubahan ke arah kesembuhan sudah terjadi. dan setiap kali terapi makin lebih baik lagi.

 

Kenapa Akupunktur Jepang tidak menggunakan stimulator?

Walaupun dengan menggunakan alat stimulator memberikan hasil, Dr Yoshio Manaka (1911-1989) menemukan bahwa jarum yang dilalui oleh arus listrik mengalami degeneration yang akhirnya menyebabkan tissue menjadi rusak. Ion positive pada jarum menyebar pada sekeliling tissue yang akhirnya menyebabkan iritasi pada tissue dan lubang pada jarum

Penggunaan Herbal :

Banyak praktisi akupunktur China yang menyatakan bahwa pengobatan akupunktur ini hanyalah pelengkap dari pengobatan herbal.
Tetapi Praktisi Jepang berpikir lain 😀

beberapa sumber bacaan lainnya yang bisa dibaca :

http://drjakefratkin.com/articles/sushi-versus-stir-fry-my-move-from-tcm-acupuncture-to-japanese-acupuncture

NB: mohon artikel saya jangan dicopy paste yah.
Jika tetap dicopy paste, harap sertakan alamat sumbernya (alamat websitenya saya yah).
Salam – Suwarjono (李光輝).

 

Leave a Reply