Makanan yang harus dihindari pada masa persalinan

Apa yang harus ibu hindari pada masa persalinan ataupun setelah melahirkan?

Informasi dari ahli gizi maupun praktisi TCM tidak bisa dianggap enteng, khususnya pada caffeine, seafood, kepiting, jeruk, bawang.

Ibu yang menjalani operasi Caesar harap menghindari ayam dan telur. Hal ini disebabkan karena imunitas dan sistem pencernaan bayi sangat sensitif. Sampai sistem pencernaan bayi Anda berkembang sepenuhnya, hindari kategori makanan berikut yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi bayi Anda.

Makanan pedas dan bersifat panas.

Konstipasi dan wasir merupakan penyebab dari makanan panas dan pedas, seperti cabe, merica, bawang, mustard, chives. Semua makanan gorengan dan BBQ sebaiknya dihindari.

makanan berminyak.

Setelah melahirkan biasanya usus sangat lemah, yang akibatnya akan membuat konstipasi dan wasir. Karena makanan pada masa melahirkan ataupun pemulihan setelah melahirkan sebaiknya jangan terlalu berminyak.

Makanan mentah dan bersifat dingin.water-melon

Makanan mentah dan dingin dapat membuat masalah pada limpa dan lambung. Makanan tersebut dapat mempengaruhi pencernaan dan memicu penyakit maag. Sayuran seperti kangkung, timun, salad, kubis atau buah buahan seperti jeruk, semangka, buah pir, kesemek, melon, lemon, kacang hijau, lobak, jeruk keprok sebaiknya dihindari.

Makanan yang asin.

Makanan asin seperti sayuran asin, plum asin dan telur asin dapat mengurangi laktasi. Karena itu, sebaiknya dihindari.

Air.

Menurut kepercayaan orang Chinese, meminum air dalam jumlah banyak dapat menyebabkan terjadinya retensi cairan. Walaupun begitu, tetap aman untuk meminum air dengan syarat air minum tersebut dalam keadaan hangat.

Caffeine dan alkohol.coffee

Minuman berkafein ataupun beralkohol dapat menyebabkan jantung memompa darahnya menjadi lebih cepat yang akhirnya menyebabkan insomnia. Alasan lainnya adalah kafein dan alkohol juga akan mempengaruhi kualitas Air Susu Ibu (ASI). Karena itu, ibu yang sedang menyusui sebaiknya menghindari kedua jenis minuman ini.

Perhatikan juga tanda tanda alergi seperti ruam, gatal-gatal, sulit bernafas, diare, muntah, gas berlebih, atau pendarahan dalam tinja. Konsultasikan dengan dokter anak Anda jika ada gejala-gejala ini atau segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat jika reaksinya parah.