Keluhan Otot

Penyakit neuromuskuloskeletal adalah masalah yang sering kita temukan di klinik. Dalam pemikiran tradisional, penyakit ini dianggap penyakit yang mempengaruhi rambut tubuh, pembuluh darah, urat, dan tulang, dan karena itu diklasifikasikan sebagai penyakit luar atau eksternal (外 gai / wai).

Penyakit luar adalah bagian dari sistem otot meridian. Karena itu, beberapa orang percaya bahwa mereka tidak terhubung dengan sistem organ. Memang benar ada saat-saat ketika tidak ada gejala yang terkait dengan organ yin atau yang. Namun, semua penyakit terjadi sebagai akibat dari kekurangan esensi organ yin, bahkan jika tidak ada gejala ketidakharmonisan internal.

Nyeri, bengkak, dan / atau kelumpuhan adalah keluhan utama dalam kasus Penyebab Penyakit Luar (PPL). Keluhan ini dikatakan terjadi sebagai akibat dari patogen eksternal seperti angin, dingin, atau kelembaban. Pengaruh eksternal ini hanya dapat mempengaruhi tubuh ketika ada defisiensi pada esensi organ yin.

Ketika rasa sakit disebabkan oleh patogen angin, rasa sakit tersebut akan cenderung bergerak (tidak menetap pada 1 area), dan nadinya akan mengambang dan besar. Angin juga bisa menyebabkan kelumpuhan. Jenis rasa sakit yang disebabkan oleh patogen dingin dicirikan sebagai susah sembuh dan menetap pada 1 area (tidak berpindah pindah), terjadi secara spontan, dan nadinya ketat (tight). Sedangkan jenis keluhan yang disebabkan oleh PPL Kelembaban menyebabkan mati rasa dan bengkak sebagai keluhan utama, dan berhubungan dengan denyut nadi tenggelam.

Penyakit luar juga dapat terjadi sebagai akibat dari faktor lain yang meliputi kerja berlebihan, stasis darah, dan dahak internal dan lendir tipis (dibahas lebih lanjut di bawah). Jika faktor penyebabnya bekerja berlebihan, dimana ketika ada rasa sakit, yang akan menjadi gejala utama yaitu kelelahan, dan denyut nadinya besar dan mengambang. Jika ada stasis darah, rasa sakit akan membandel (susah sembuh) dan menetap di lokasi (tidak berpindah pindah), sering bermanifestasi di malam hari. Denyut nadinya tenggelam, kasar, dan ekses. Ketika dahak dan lendir tipis adalah penyebabnya, mati rasa dan bengkak akan menjadi gejala utamanya. Nadinya tenggelam dan licin, atau tenggelam dan tegang senar.

Apapun penyakitnya, jika polanya dipahami dengan jelas dan perawatan yang tepat diberikan, pasien akan pulih. Namun demikian, ada kasus-kasus di mana perawatan akar sendiri tidak cukup untuk mempengaruhi penyembuhan. Dalam kasus ini, titik titik yang digunakan dalam perawatan akar dan metode tonifikasi dan shunting harus dimodifikasi sedikit. Terkadang bahkan setelah dilakukan modifikasi ini juga masih belum cukup.

Ambillah contoh, kasus defisiensi liver / defisiensi Yin / panas. Tonifikasi cairan Ginjal dan Hati harus menghasilkan pendinginan pada defisiensi panas dan sembuhnya gejala sesuai pola tersebut. Namun, jika defisiensi panas telah mencapai organ dan meridian lain, maka area ‘lokal’ harus diterapi juga kalau tidak maka gejala tidak akan teratasi. Yang penting adalah menentukan meridian mana yang telah dimasuki oleh panas tersebut. Untuk menentukan meridian mana yang sudah dimasuki oleh panas tersebut, hal ini dapat dipelajari dengan cara memahami gejala secara terperinci serta dengan membedakan enam posisi nadi dalam hal kualitas masing-masing nadi. Misalnya, denyut nadi pada posisi Ginjal dan Hati pasien dengan pola  defisiensi liver / defisiensi Yin / panas adalah tenggelam dan tegang senar. Jika memang demikian, dan jika pasien mengalami batuk yang sering memburuk pada malam hari, maka denyut nadi di posisi atas (Lu) harus diperiksa. Batuk juga bisa menjadi akibat dari panas paru-paru, dalam hal ini nadi paru-paru mungkin tenggelam, kasar, dan kuat. dapat juga diperiksa jalur meridiannya untuk area yang keras dan sakit.

Perhatikan bahwa ketika panas atau dingin memasuki meridian, titik-titik pada meridian itu sering bergerak dan tidak dapat ditemukan di lokasi normalnya. Penting juga untuk diingat bahwa titik reaktif yang digunakan dalam terapi cabang juga akan berubah sesuai dengan pola. Misalnya, dengan pola defisiensi Yin Limpa, titik reaktif kemungkinan besar akan muncul di sepanjang garis Lambung dan usus besar. Dengan faktor-faktor ini harus diingat bahwa titik titik yang digunakan untuk terapi cabang harus ditentukan secara hati-hati.