Efek buruk dari bergadang

Tubuh manusia tampaknya memang dirancang untuk beraktivitas pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Otak manusia memiliki sekumpulan sel (berjumlah 16.000-20.000 sel) yang disebut suprachiasmatic nucleus, Kerja sel-sel ini diatur sedemikian rupa oleh jam biologis tubuh.

Jam biologis tubuh menjadi acuan “jam kerja” bagi sekitar 60 triliun sel di dalam tubuh kita. jam biologis bukan merupakan sebuah benda, melainkan sebuah pola perubahan kadar protein di dalam sel. jam Ini sudah “disetel” sesuai dengan pola yang tepat untuk memelihara kesehatan tubuh sehingga gaya hidup yang tidak mematuhinya pasti bukan gaya hidupyang ideal, jika kita menjalankan gaya hidup yang mengabaikan jam biologis tubuh, kerja sel-sel tubuh kita menjadi tidak teratur sehingga kita lebih rentan terhadap kanker.

Para wanita yang bekerja secara shift, misalnya perawat, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terserang kanker payudara. Kanker payudara lebih sering menyerang wanita yang mengalami kelebihan hormon estrogen. Kadar hormon estrogen diatur oleh hormon lain yang bernama melatonin. Melatonin berfungsi sebagai antioksidan dan antitumor.

Ternyata, kadar hormon Melatonin ini dikendalikan melalui reaksi yang terjadi pada malam hari. Sebagaimana hormon estrogen berlebih menjadikan seorang wanita lebih rentan terhadap kanker payudara, hormon testosteron berlebih pun menjadikan seorang pria lebih rentan terhadap kanker prostat. International Agency for Research on Cancer (lARC) yang berada di bawah WHO menempatkan bekerja pada malam hari pada urutan teratas dalam daftar
faktor-faktor pemicu pertumbuhan sel kanker pada manusia. 

Setelah berusia 40 tahun, kekebalan tubuh dan produksi hormon akan mengalami penurunan. Maka. jika sering bekerja pada malam hari, Anda sebaiknya mengonsumsi suplemen melatonin dan memastikan diri Anda dapat beristirahat secara efektif pada siang hari.

jam

Cara kerja Hormon Melatonin

Melatonin merupakan hormon yang merangsang tidur. Bagian otak yang bernama suprachiasmatic nucleus memiliki semacam sakelar untuk mengatur produksi hormon tersebut. Melatonin tidak diproduksi pada siang hari, tetapi diproduksi pada malam hari seiring dengan suhu tubuh yang menurun menjelang tidur.

Apabila kita berjemur selama 20 menit segera setelah bangun tidur, suprachiasmatic nucleus akan bereaksi terhadap sinar matahari, lalu  mengeluarkan perintah untuk mengurangi produksi melatonin. Produksi melatonin dalam jumlah besar terjadi setelah 15 jam dengan asumsi bahwa Anda bangun pada pukul 6 pagi dan tidur pada pukul 9 malam.

Melatonin berhubungan dengan irama kerja tubuh dan berpengaruh secara langsung terhadap kerja saraf simpatik. Pada siang hari, kadar melatonin berkurang dan saraf simpatik menjadi lebih dominan sehingga tubuh lebih siap menerima rangsangan dan lebih bersemangat untuk beraktivitas.

Saraf parasimpatik yang lebih dominan akan menjadikan tubuh lebih santai menjelang tidur seiring dengan meningkatnya kadar melatonin. Kemudian, tubuh akan menghasilkan asetilin yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi laju pernapasan serta detak jantung. Peredaran darah akan menjadi lebih lancar karena pembuluh darah melebar. Selain itu, metabolisme protein akan meningkat dan menghasilkan zat-zat yang berguna untuk menyembuhkan luka.

gen-abnormal

Metabolisme protein dan sel pemulihan merupakan dua hal yang perlu mendapat perhatian, Sel akan mengalami penuaan bila diserang oleh oksigen aktif. Di dalam sel, terdapat gen Informasi. Jika sel terluka, gen tersebut terancam rusak. 

Dengan kata lain, gen A yang seharusnya berbentuk bola, misalnya, menjadi gen A’ dengan bentuk yang tidak beraturan. Selanjutnya, gen A’ yang tidak normal ini akan mengubah sel tempat ia berada menjadi sel kanker. Beribu-ribu sel  kanker bertumbuh setiap hari. Tumbuh atau matinya sel-sel kanker Itu berhubungan dengan waktu pemulihan sel ketika Anda tertidur. 

Masih mau bergadang?

Leave a Reply